Penilaian Kinerja Sekolah


 Kamis, 10 September 2020



Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah swt. salawat serta salam senantiasa tercurah pada baginda Rasulillah Muhammad saw. Hari ini, mulai pagi hingga siang saya berkesempatan mengikuti sebuah acara yang cukup penting di bidang pendidikan. Acara ini diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Seperti yang tertera di backdrop, ini adalah sosialisasi Penlaian Kinerja Sekolah, disingkat PKS.


Menurut undangan, acara akan dimulai pada jam tujuh. Saya sendiri datang di lokasi setengah jam lebih telat. Sesampai di tempat acara, sudah ada beberapa peserta yang sedang melakukan registrasi. Saya segera mendekati mereka. Duduk di kursi panitia registrasi adalah Pak Teguh Susanto, salah satu staf di dinas Pendidikan yang cukup terkenal. Saya melihat beliau cukup sibuk melayani dan menjelaskan pertanyaan peserta. 


Rupanya, banyak di antara peserta yang lembar sppd-nya salah. Saya pun segera melihat sppd yang saya bawa dari sekolah. Tak yakin dengan kebenarannya, saya pun segera menanyakan kepada Pak Teguh, "Maaf, Pak. Mohon dicek punya saya. Apakah sudah benar?" Pak Teguh pun memperhatikan dan sebentar kemudian memberi penjelasan, "Nah, kalau surat tugas, seperti ini yang benar. Kalau sppdnya ini perlu direvisi. Yang ditandatangani cukup bagian pojok kanan atas dan pojok kiri bawah. Sisanya dikosongi saja biar panitia yang melengkapi." Demikian penjelasan Pak Teguh kepadaku.


Saya pun segera kembali ke rumah untuk mencetak sppd revisi. Namun, sebelum merevisi sppd itu, saya segera menelpon Pak Leman, pegawai administrasi di sekolahku. Alhamdulillah, tak berapa lama, Pak Leman segera mengirim file sppd dari surelku. Setelah berhasil mencetak sppd revisi, saya segera tancap gas menuju SMPN 1 sampang untuk menemui kepala sekolahku yang sedang mengikuti acara yang sama di sana.


Jam sudah menunjukkan pukul 8.30. Itu berarti saya telat. Saya pun segera bergegas ke SDN Dalpenang 1 untuk mengikuti acara. Benar saja, sesampai di sana, acara telah dimulai. Bu Dina, yang merupakan pengawas sekolah dan saat ini bertindak sebagai pemateri telah menyampaikan materinya. Saya segera menyerahkan berkas surat tugas dan sppd kepada panitia, lalu masuk ke dalam ruangan. 


Untunglah tidak terlalu telat. Saya berusaha untuk menyimak sebaik-baiknya. Sebab, saya ingin mendesiminasikan informasi yang saya dapatkan di dalam acara ini kepada teman-teman. Berdasar rundown acara yang diberikan panitia, ada beberapa agenda yang akan saya ikuti sebagai peserta. Yaitu registrasi, pembukaan, kebijakan PKS,  instrumen PKS, dan praktik penilaian. Selain itu, ada jadwal break dan ishoma.


PKS dilakukan setahun sekali oleh Dinas Pendidikan yang pelaksananya adalah tim pengawas. Ada empat komponen yang menjadi objek penilaian. Yaitu mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru, dan manajemen sekolah. Menurut pemateri, empat komponen ini merupakan penyederhanaan dari delapan standar nasional pendidikan yang terdiri dari standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar sarana prasarana, dan standar pembiayaan.


Untuk menyambut penilaian dari tim penilai ini, sekolah sebaiknya membentuk tim. Selain untuk menghadapi PKS, tim juga bisa bekerja lebih jauh untuk menyiapkan penilaian akreditasi sekolah yang akan dilaksanakan tahun depan. Pasalnya, komponen yang dinilai adalah sama dengan komponen IASP (Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan). 


Tak terasa, waktu berjalan dengan cepat. Setelah presentasi dari peserta, acara kemudian ditutup. Terima kasih kepada panitia. Terima kasih kepada Bu Dina selaku pemateri. Semoga sosialisasi ini bisa membuat sekolah lebih baik dalam menyiapkan dokumen yang diperlukan. Lebih jauh, semoga sekolah semakin mampu memperbaiki terselenggaranya pendidikan yang lebih baik.







 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Orang Baik Ini