Kapal besar


 


Pulang dari kerja. Tentu saja sambil melihat sepanjang samudera. Nun jauh di sana, ada sebuah kapal besar. Entah mau ke mana. 


Melihat kapal besar ini, mengingatkanku pada masa kecil dulu. Sebagai anak asli pulau ini, melihat kapal besar lalu lalang sudah biasa. Meski tidak setiap hari ada kapal besar melintasi laut di utara pulau. Namun, itu sudah cukup mengobati rasa ingin tahuku tentang dunia ini.


Mengapa dunia? Ya, saat itu. Semasa kecil dulu, duniaku hanyalah dihabiskan di pulau yang dikelilingi lautan. Sebelah selatan, barat dan timur terhampar laut yang sangat luas tak bertepi. Hanya di sebelah utara pulau, aku bisa melihat beberapa deret tangki minyak Pertamina. Tepatnya di pantai Camplong. 


Ya, jauh di sana. Yang hanya bisa dijangkau dengan perjalanan perahu selama satu setengah jam, mungkin lebih. Hamparan pulau Madura dengan berbagai kontur pegunungan, pepohonan, dan atap-atap rumah menghiasi ujung horison pantai utara Pulau Mandangin.


Bila malam tiba, aku terkadang melihat ke bagian utara pulau untuk sekadar menyaksikan kelap kelip lampu listrik. Meski dari kejauhan itu sudah cukup memamerkan keindahan. Sebab, di desaku waktu itu gelap gulita. Tak ada listrik. Yang ada hanya lampu teplok kecil yang dinyalakan dengan minyak tanah. Kata orang sini, lampu itu disebut "dhamar kopeh."


Kembali pada kapal besar. Bila mereka melintas, aku hanya bisa bertanya, dari mana mereka dan akan kemana? Mengapa tak pernah mampir ke pulauku? Bukankah aku juga ingin tahu seperti apa di dalam kapal besar. 


Kapal besar itu membuat pikiranku berangan-angan. Andai saja aku bisa pergi bersama mereka. Atau, seperti apakah dunia di luar sana. Pikiran-pikiran itulah yang membuatku tumbuh menjadi seorang eksploralis. Selalu ingin mengeksplorasi setiap daerah yang kudatangi. 


Rasa penasaran sedikit banyak telah menyumbang rasa ingin tahu. Sedangkan rasa ingin tahu, adalah kunci awal untuk tumbuhnya keinginan  belajar. Terima kasih kapal besar. Kau telah membuat anganku menuntunku selalu belajar. Hati-hati di perjalanan. Semoga selamat sampai tujuan. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penilaian Kinerja Sekolah

Dua Orang Baik Ini